Cara Mencegah Penyakit Malaria dengan Vaksin

Cara mencegah penyakit malaria yang paling utama adalah menghindari gigitan nyamuk Anopheles betina sebagai penyebab utama penyakit malaria. Gigitan nyamuk tersebut menginfeksi tubuh karena parasit Plasmodium. Nyamuk Anopheles merupakan satu-satunya jenis nyamuk yang dapat menyebabkan malaria. Keberhasilan pertumbuhan parasit dalam nyamuk tergantung pada beberapa faktor, di antaranya faktor kelembapan dan suhu. Saat nyamuk menggigit manusia dan parasit memasuki aliran darah, parasit akan aktif berada di dalam hati. Sampai dengan 5-16 hari ke depan, orang yang digigit tersebut tidak akan menunjukkan gejala, tetapi parasit malaria akan mulai berkembang biak secara aseksual.


cara mencegah penyakit malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA


Cara Mencegah Penyakit Malaria dengan Menggunakan Vaksin Malaria

Sampai saat ini, penelitian para ilmuwan sedang berlangsung untuk mengembangkan vaksin yang aman dan efektif untuk malaria. Pengembangan vaksin malaria yang efektif merupakan tantangan utama sebagai vaksin yang komprehensif dan efektif terhadap sejumlah parasit malaria. Dengan demikian, pembuatan vaksin difokuskan pada parasit yang paling berbahaya dan mematikan, seperti parasit Plasmodium falciparum dan P. vivax.

Penggunaan vaksin malaria ini diharapkan dapat digunakan sebagai cara efektif mencegah penyakit malaria. Vaksin malaria yang dapat digunakan pada manusia disebut RTS, S / AS01. Saat ini sedang dikembangkan melalui kemitraan antara Glaxo Smith Kline Biologicals (GSK) dan PATH Malaria Vaccine Initiative (MVI), dengan dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation .

Vaksin ini telah sampai pada tahap pengujian ke-III dan pada tahun 2015, European Medicines Agency (EMA) mengeluarkan "pendapat ilmiah Eropa" yang menunjukkan bahwa mereka telah menilai vaksin dari sisi manfaat dan efek sampingnya.

Vaksin ini baru efektif terhadap P. falciparum saja dan telah diuji keberhasilannya pada anak-anak berusia 5-17 bulan dan bayi berusia 6-12 minggu. Para peneliti menemukan bahwa vaksin ini 39% efektif pada anak-anak yang lebih tua yang menerima empat dosis pada jadwal 0, 1, 2, dan 20 bulan. Vaksin memiliki keefektifan sebesar 31,5% efektif terhadap malaria berat pada anak-anak berusia 5-17 bulan, tetapi tidak ada perlindungan yang diberikan terhadap malaria berat jika anak-anak tidak menerima dosis keempat.

Pada bayi yang lebih muda (6-12 minggu), keefektifan vaksin adalah 27% bila tiga dosis pertama diberikan pada usia 6, 10 dan 14 minggu, dan dosis keempat 18 bulan kemudian. Vaksin ini 18% efektif pada anak-anak yang tidak menerima dosis keempat. Namun, vaksin tidak terlihat efektif terhadap malaria berat di kelompok usia ini.

Pengujian mengungkapkan beberapa fenomena yang tidak dapat dijelaskan pada anak-anak yang menerima vaksin, termasuk peningkatan kejang demam, meningitis dan malaria serebral. Hal ini belum diketahui apakah masalah ini terkait dengan vaksin itu sendiri atau karena beberapa penyebab lainnya.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: doktersehat.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :