Cara Penularan Malaria dan Pencegahannya

Cara penularan malaria biasanya ditularkan ke manusia oleh nyamuk yang termasuk dalam genus Anopheles. Sebelumnya terjadi kontak antara darah manusia dan nyamuk yang terkontaminasi. Selain itu, malaria dapat juga ditularkan dari wanita hamil ke janin sebelum atau selama persalinan. Karena parasit malaria ditemukan dalam sel-sel darah merah, malaria dapat juga ditularkan melalui transfusi darah, transplantasi organ, atau penggunaan bersama jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah.


cara penularan malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA


Cara Penularan Malaria Menurut CDC

Atas permintaan dari beberapa negara, CDC melakukan penelitian tentang cara penularan penyakit malaria. Dari hasil riset, CDC menyimpulkan bahwa cara penularan malaria dapat terjadi pada keadaan berikut:

* Cara penularan Malaria di "Airport"

Bandara menjadi salah satu tempat transmisi malaria. Fenomena ini terjadi karena nyamuk yang terinfeksi terbawa dalam pesawat yang berasal dari negara endemis malaria ke negara nonendemis. Nyamuk dapat menggigit warga setempat atau wisatawan sehingga bisa menyebar ke luar negeri.

* Cara penularan Malaria Bawaan

Pada malaria kongenital, ibu yang terinfeksi menularkan parasit kepada janinnya selama masa kehamilan, baik sebelum atau selama persalinan. Oleh karena itu, meskipun transmisi kongenital jarang terjadi, penyedia layanan kesehatan tetap harus waspada terhadap hal ini, terutama bayi yang demam. Selama evaluasi, penyedia jasa layanan kesehatan harus mendapatkan data perjalanan yang akurat dan sejarah residensi pasien serta kerabat dekatnya. Selain itu pasien harus ditanya riwayat tentang transfusi darah.

* Cara penularan Malaria dari transfusi darah

Malaria yang ditularkan lewat transfusi di Amerika Serikat merupakan potensi komplikasi bagi penerima darah, tetapi kasus ini jarang terjadi.


Cara Penularan Malaria dan Pencegahannya

Ada empat langkah pendekatan untuk pencegahan malaria. Langkah-langkah ini dibuat berdasarkan cara penularan malaria. Empat langkah tersebut di antaranya ialah menyadari risiko malaria dan risiko komplikasi yang dapat terjadi, mencegah terkena gigitan nyamuk, mengonsumsi obat antimalaria sebelum bepergian, dan memeriksakan diri bila terdapat gejala dan tanda malaria.

Kita sebisa mungkin harus sadar dan waspada terhadap penyakit malaria. Terutama jika akan melakukan perjalanan ke daerah endemik malaria. Sebisa mungkin ketika melakukan perjalanan ke daerah endemik malaria menghindari diri dari gigitan nyamuk. Karena hanya dengan satu gigitan nyamuk saja dapat menginfeksi diri kita. Hal ini merupakan hal yang sepele, tetapi sangat mungkin terjadi.

Pencegahan gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan langkah sederhana seperti menggunakan lotion antinyamuk, menggunakan pakaian tertutup, menggunakan kelambu saat tidur atau menggunakan obat nyamuk. Obat nyamuk yang digunakan sebaiknya mengandung Diethyltoluamide (DEET) dan tersedia dalam semprotan, roll-ons, dan krim. Pakaian tertutup juga membantu mencegah gigitan. Berwarna terang, longgar, celana panjang, bukan celana pendek, dan kemeja lengan panjang pada malam hari dan pada malam hari membantu pencegahan dari gigitan nyamuk malaria.

Bagi wisatawan dan penduduk daerah yang berisiko malaria tinggi disarankan untuk tinggal di dalam rumah terutama setelah senja dan menjaga pintu, jendela disaring atau tertutup. Di samping itu, kelambu yang dilumuri insektisida membantu mencegah gigitan selama tidur.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: news-medical.net, cdc.gov, niaid.nih.gov



Terima kasih untuk Like/comment FB :