Gejala Malaria Pada Anak (Tahap Awal)

Gejala malaria pada anak memiliki kemiripan dengan gejala pada orang dewasa. Gejala malaria pada anak dibagi dalam beberapa tahap seperti tahap awal dan tahap lanjut. Malaria adalah infeksi yang dapat membahayakan lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya dan mengakibatkan lebih dari 3000 kematian anak per hari. Bahkan, malaria merupakan penyebab utama kematian anak-anak dengan usia kurang dari 5 tahun di Afrika dan merupakan penyebab lebih dari 20% dari semua penyebab kematian pada kelompok usia ini. Oleh karena itu,  penting sebagai orang tua untuk mengetahui gejala malaria pada anak.


gejala malaria pada anak
Rapid test malaria merk UJI MALARIA

Di Amerika, meskipun telah melakukan langkah-langkah pencegahan yang baik masih terdapat lebih dari 10.000 kasus malaria pada tahun 1985-2000. Selanjutnya, diperkirakan 20% dari kasus malaria diimpor ke Amerika Serikat dan Eropa dan menularkan malaria pada anak dengan usia kurang dari 18 tahun. Di daerah non-endemik malaria, praktisi medis sering terlambat dalam mendiagnosis dan pengobatan. Mengingat potensi yang mengancam kehidupan akibat penyakit ini, perlu peningkatan kesadaran dan pengetahuan yang tepat untuk mencegah malaria.

Gejala Malaria pada Anak Tahap Awal

Tahap awal, gejala malaria pada anak meliputi iritabilitas dan mengantuk, kurang nafsu makan, dan kesulitan tidur. Gejala-gejala malaria pada anak ini biasanya diikuti dengan menggigil, kemudian demam dengan napas cepat. Demam mungkin bisa timbul secara bertahap dan meningkat dalam waktu lebih dari 1 sampai 2 hari atau suhu badan mungkin naik mendadak sampai 105 ° F (40,6 ° C) atau di atasnya. Kemudian, demam berakhir dan suhu tubuh kembali normal, dan berkeringat secara intens. Karena gejala penyakit malaria pada anak tahap awal tidak spesifik dan dapat keliru karena dianggap penyakit lainnya, malaria bisa sulit untuk didiagnosa. Karena itu diperlukan pengujian di laboratorium.

Tambahan Gejala Malaria pada Anak

Gejala malaria pada anak lainnya termasuk di antaranya, sakit kepala, mual, sakit dan nyeri di seluruh tubuh (terutama punggung dan perut), dan kelenjar limpa membesar. Kejang atau kehilangan kesadaran dapat terjadi jika malaria memengaruhi otak. Hal ini akan memengaruhi fungsi ginjal, jumlah urine yang dihasilkan menjadi abnormal atau sedikit. Pada malaria falciparum, yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum, tahap demam dan menggigil sangat intens dan variasi ini dapat berakibat fatal pada sekitar 20% kasus malaria pada anak.

Setelah parasit malaria memasuki aliran darah, mereka melakukan perjalanan ke hati dan berkembang biak. Setelah beberapa hari, ribuan parasit dilepaskan dari hati ke dalam darah dan mulai menghancurkan sel-sel darah merah. Masa inkubasi malaria adalah waktu antara gigitan nyamuk dan pelepasan parasit dari hati. Secara umum berkisar 10 hari sampai satu bulan.

Melalui pengobatan yang intensif,  penyakit malaria bisa disembuhkan dalam waktu 2 minggu. Namun, tanpa pengobatan bisa berakibat fatal, terutama pada anak-anak yang kekurangan gizi.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: kidshealth.org, cid.oxfordjournals.org



Terima kasih untuk Like/comment FB :