Obat Penyakit Malaria, Alami atau Kimiawi?

Obat penyakit malaria bisa menggunakan obat-obatan yang berasal dari bahan alami maupun dari bahan buatan atau kimia. Keduanya memiliki efektivitas yang hampir sama. Namun, pada umumnya orang yang menderita penyakit malaria kebanyakan menggunakan obat penyakit malaria yang terbuat dari bahan kimia atas indikasi dari resep dokter. Memang menggunakan obat penyakit malaria yang berasal dari bahan kimia lebih cepat mengurangi gejala dari penyakit kimia dibandingkan dengan menggunakan obat dari bahan herbal atau alami. Namun, pengobatan herbal pun dapat memberikan hasil yang efektif bila dikonsumsi secara teratur.


Obat Penyakit Malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA


Obat Penyakit Malaria (Antimalaria) 

Pemberian obat penyakit malaria oleh dokter kepada pasien penyakit malaria tidak serta-merta diberikan begitu saja. Pemberian obat penyakit malaria di dasarkan pada tiga  hal di antaranya, yaitu jenis parasit yang menyebabkan penyakit malaria dan menginfeksi pasien tersebut, derajat keparahan dari gejala yang dialami oleh pasien, dan status kehamilan. Status kehamilan terutama pada pasien wanita perlu diidentifikasi lebih dalam, mengingat pemberian obat malaria pada ibu hamil, mempertimbangkan dampak pada bayi yang dikandungnya.

Terkadang penyakit malaria resistan atau tidak mempan terhadap obat malaria tertentu. Seperti obat malaria chloroquine yang sudah tidak digunakan lagi di Indonesia karena parasit penyakit malaria telah kebal terhadap obat ini. Maka dari itu disarankan untuk menggunakan obat kombinasi dalam mengobati penyakit malaria. Apabila pasien dengan penyakit malaria dalam keadaan parah, maka biasanya obat malaria tersebut diberikan melalui infus untuk perawatan di rumah sakit atau di rawat inap.

Obat penyakit malaria yang diberikan didasarkan juga pada jenis parasit yang menginfeksi pasien. Seperti untuk jenis parasit Plasmodium falciparum biasanya dapat diberikan obat kombinasi berupa :
  • Kombinasi obat malaria artesubate dan obat malaria amodiaquine; 
  • Kombinasi obat malaria dihydroartemisinin, obat malaria piperaquine dan obat malaria primaquine; 
  • Kombinasi obat malaria quinine, obat malaria doxycycline dan obat malaria primaquine. 

Obat penyakit malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax falciparum biasanya dapat diberikan obat kombinasi berupa:
  • Kombinasi obat malaria Artesunate dan obat malaria amodiaquine; 
  • Kombinasi obat malaria Dihydroartemisinin, obat malaria piperaquine dan obat malaria primaquine. 

Obat penyakit malaria yang diberikan pada ibu hamil yang terkena penyakit malaria didasarkan pada tingkat keparahan dari gejala yang terjadi. Untuk kasus ini, dokter akan menentukan obat antimalaria yang paling aman di konsumsi oleh ibu hamil. Mengingat ibu hamil dengan penyakit malaria dapat lebih mudah mengalami komplikasi sehingga pengobatan yang tepat pun harus diberikan.

Namun, terkadang beberapa obat-obatan anti malaria tidak cocok digunakan bagi ibu hamil karena dapat menimbulkan berbagai efek samping dari obat antimalaria tersebut. Efek samping tidak hanya berdampak pada sang ibu saja, melainkan pada bayi yang dikandungnya. Tentunya, dokter lebih mengetahui dan akan menjelaskan mengenai obat apa saja yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil selama ia menderita penyakit malaria.

Oleh karena itu, karena penyakit malaria ini berbahaya, alangkah baiknya kita mencegahnya. Salah satu cara efektif pencegahannya, yakni menggunakan lotion antinyamuk ke mana pun Anda pergi, tidur dengan menggunakan kelambu, tidak bepergian di malam hari apabila terpaksa bepergian maka gunakanlah pakaian lengan panjang, menjaga rumah dan lingkungan agar tetap bersih.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :