Obat Sakit Malaria untuk Anak-anak

Obat sakit malaria dapat diberikan setelah pasien telah diperiksa positif mengidap penyakit malaria. Diagnosis dilakukan dengan cara memeriksa sampel darah dan parasit oleh mikroskop. Setelah terdiagnosis, pengobatan harus segera dimulai. Obat antimalaria digunakan untuk mengobati atau mencegah malaria. Jenis dan durasi obat tergantung pada jenis malaria, tingkat keparahan, dan kondisi kehamilan. Obat sakit malaria yang diberikan tentu akan berbeda bila terdapat salah satu keadaan yang menyertainya.

Malaria merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Gejalanya ditandai dengan demam, menggigil, dan berkeringat. Bila dibiarkan, malaria menjadi penyakit serius pada anak-anak yang di bawah lima tahun.


obat sakit malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA


Terkadang penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi, terutama yang terinfeksi oleh P. falciparum. Tanda-tanda umum yang muncul di antaranya:
  • anemia berat;
  • malaria cerebral;
  • malaria selama kehamilan;
  • limpa pecah;
  • asidosis;
  • kerusakan ginjal;
  • kegagalan multi-organ dan lainnya.

Obat Sakit Malaria untuk Anak 

Parasetamol sirup (acetaminophen), termasuk obat aman dan efektif untuk demam dan harus digunakan dalam dosis 10 mg / kg. Dosis ini dapat diulang 3-6 kali sehari. Jika anak memiliki hiperpireksia, handuk bisa digunakan dengan air hangat dengan cepat untuk membuat suhu turun.

Muntah-muntah adalah hal yang lumrah terjadi pada malaria sehingga antiemetik seperti domperidone dapat digunakan bersamaan obat antimalaria. Gejala muntah akan berhenti ketika penyakit malaria mulai sembuh. Jika muntah berulang dan menyebabkan dehidrasi, anak membutuhkan cairan parenteral yang tepat untuk memperbaiki asupannya. Cairan glukosa dapat membantu untuk melawan hipoglikemia yang terkadang menyertai pada kasus malaria berat.

Bila terdapat indikasi ini, maka anak Anda harus dirawat inap.
  • muntah hebat;
  • dehidrasi;
  • kejang;
  • gangguan kesadaran atau koma;
  • kejang berulang;
  • kesulitan bernapas atau napas asidosis;
  • pucat berat (yang menunjukkan anemia berat)
  • hipoglikemia (gula darah rendah <2,5 mmol / L, atau 3 mmol / L pada anak-anak yang kekurangan gizi;
  • oliguria atau anuria, menandakan penderitaan ginjal;
  • syok;
  • hyperparasitemia;
  • perdarahan diathesis.

Hal penting yang harus diperhatikan, bila anak Anda mengalami gangguan kesadaran, gangguan pernapasan, hipoglikemia, dan penyakit kuning. Ini menandakan bahaya dan berisiko kematian sehingga anak Anda harus diperlakukan secara darurat. Sebaliknya, bila anak Anda dalam kondisi sadar dan demam rendah dapat diobati secara rawat jalan.

Di samping anak-anak, malaria berat dapat terjadi pada ibu hamil. Hal ini bisa menjadi masalah besar karena banyak obat antimalaria dianggap tidak aman bagi janin. Malaria berat terkait dengan bakteremia dan mungkin menjadi penyebab penurunan tiba-tiba. Infeksi bakteri yang hidup bersama sulit untuk didiagnosis secara klinis.

Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan spesialis penyakit menular untuk mendiskusikan tentang penyakit malaria yang diderita agar mendapat penanganan yang tepat.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber:  emedicine.medscape.com, news-medical.net



Terima kasih untuk Like/comment FB :