Obat Tradisional Malaria dari Daun Brotowali

Obat tradisional malaria telah digunakan selama ribuan tahun dan merupakan sumber dari dua kelompok utama (artemisinin dan kina turunan) obat antimalaria modern. Dampak akibat peningkatan tingkat resistansi obat dan kesulitan di daerah miskin untuk dapat membeli dan mengakses obat antimalaria yang efektif, obat tradisional bisa menjadi sumber penting dalam pengobatan berkelanjutan.


obat tradisional malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA

The Research Initiative on Traditional Antimalarial Methods (RITAM) yang didirikan pada tahun 1999 bertujuan melakukan penelitian obat-obat tradisional untuk penyakit malaria. Kini RITAM beranggotakan lebih dari 200 orang di 30 negara. RITAM telah melakukan tinjauan literatur dan pedoman secara sistematis untuk membakukan dan meningkatkan kualitas etnobotani, farmakologi, dan studi klinis pada antimalaria herbal dan metode berbasis tanaman repellence serangga dan pengendalian vektor.

Malaria adalah penyakit infeksi endemik yang tersebar luas di daerah tropis dan sub-tropis di dunia. Penyakit ini membunuh 1 juta orang per tahun dan 700.000 diperkirakan dari mereka adalah anak-anak. Malaria disebabkan oleh protozoa parasit dalam genus Plasmodium, dan ditularkan oleh nyamuk Anophelesbetina. Manifestasi malaria berat termasuk malaria serebral, anemia berat, paru edema, cedera ginjal akut, hipoglikemia, asidosis, dan hati. Hati merupakan organ penting selama infeksi dan pengembangan parasit malaria. Berdasarkan laporan, parasit malaria menyebabkan kerusakan hati, penyakit kuning klinis, dan disfungsi hati pada 2,5-5,3%  kasus di negara-negara endemik. Hal ini akhirnya mendorong penelitian, pengembangan, dan penemuan senyawa baru, aman dan terjangkau untuk melindungi kerusakan hati selama infeksi malaria. Dalam hal ini, tanaman obat adalah target potensial untuk penelitian. Negara Thailand merupakan daerah endemik malaria, tetapi memilki tanaman yang beragam yang dapat digunakan sebagai obat tradisional malaria. Namun, tanaman ini tidak sepenuhnya dieksplorasi dan digunakan sebagai obat tradisional malaria.

Membuat Obat Tradisional Malaria dari Brotowali

Tinospora crispa atau brotowali merupakan tanaman yang biasa tumbuh liar di Asia Tenggara termasuk Thailand. Batangnya telah digunakan untuk berbagai tujuan terapeutik seperti diabetes, hipertensi, diare, dan anti-parasit. T. crispa atau brotowali dapat memberikan efek antimalaria yang cukup baik karena ekstrak kasar T. crispa memiliki efek antimalaria terhadap P. yoelii.

Selain itu, brotowali mencegah kerusakan hati yang disebabkan oleh oksidatif. Karena selama proses kerusakan hati, enzim hati termasuk aspartat aminotransferase (AST) dan alanine aminotransferase (ALT) kadarnya  meningkat, sementara tingkat albumin menurun dan dapat digunakan sebagai penanda biologis.

Bagaimana cara membuat obat tradisional malaria dari brotowali ini? Cara membuat obat tradisional malaria dari tanaman brotowali ini cukup mudah. Hanya dengan mengambil daun atau batang dari brotowali, kemudian dicuci hingga bersih dan direbus bersama dengan air secukupnya. Biarkan air rebusan tersebut mendidih. Setelah mendidih, barulah obat tradisional malaria dari brotowali tersebut diangkat dan didinginkan lalu air rebusan tersebut diminum setiap hari. Baik dalam keadaan hangat maupun dingin.

Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: western.ac.th , herbaltanijonegoro.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :