Pengertian Malaria Menurut Sejarah

Pengertian malaria adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh parasit protozoa dari keluarga Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles atau melalui jarum atau transfusi yang terkontaminasi. Falciparum malaria adalah jenis yang paling mematikan. Gejala-gejala terjangkit malaria di antaranya pasien mengalami demam, berkeringat, nyeri otot dan sakit kepala yang berulang setiap beberapa hari. Tanda-tanda lainnya, muntah, diare, batuk, dan menguning (jaundice) pada kulit dan mata. Orang terjangkit malaria falciparum berat bisa menyebabkan masalah perdarahan, shock, ginjal dan gagal hati, masalah sistem saraf pusat, koma bahkan, kematian.


pengertian malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA


Pengertian Malaria Menurut Sejarah

Menurut sejarah kata “malaria” berasal dari bahasa Italia yang terdiri dari dua suku kata, “mal” dan “aria” yang berarti udara yang jelek. Mungkin orang Italia pada masa dahulu mengira bahwa penyakit ini penyebabnya adalah musim dan udara yang jelek. Penyakit malaria sudah dikenal sejak 4000 tahun yang lalu dan memengaruhi populasi dan sejarah manusia.

Dalam sejarah peradaban umat manusia, penyakit malaria disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium yang merupakan penyakit yang paling banyak mengakibatkan penderitaan dan kematian bahkan, sampai saat ini. Pembesaran limpa akibat penyakit malaria, telah ditemukan pada mumi Mesir yang berumur lebih dari 3000 tahun yang lalu dan antigen malaria telah dideteksi pada sampel kulit dan paru-paru dari mumi tahun 3200 dan 1304 SM. Berdasarkan sejarah ini, menunjukkan bahwa penyakit malaria telah ditemukan sejak zaman dahulu sebelum abad masehi. Namun, penanganan terhadap penyakit malaria baru diketahui pada zaman Masehi.

Pengertian malaria lainnya adalah penyakit yang berbahaya bila tidak ditangani dengan cepat. Penyakit malaria ditandai dengan gejala flu yang termasuk demam tinggi dan menggigil.

Orang yang berkunjung ke daerah malaria disarankan untuk meminum obat untuk mencegah infeksi jika terkena malaria. Pengobatan malaria dengan obat oral atau intravena, termasuk klorokuin, meflokuin (Larium), atau atovaquone / proguanil (Malarone).

Penularan malaria terjadi terutama antara senja dan fajar karena kebiasaan nyamuk Anopheles mencari makan di malam hari. Oleh karena itu, kita harus mengambil tindakan perlindungan untuk mengurangi kontak dengan nyamuk, terutama selama jam-jam tersebut. Langkah-langkah pencegahan agar tidak tergigit nyamuk dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu, mengenakan pakaian yang menutupi sebagian besar tubuh atau memakai lotion antiserangga untuk digunakan pada kulit yang terkena.

Penolak atau lotion antiserangga yang paling efektif terhadap berbagai vektor adalah DEET (N, N-diethylmetatoluamide), bahan tersebut banyak tersedia di pasaran. Konsentrasi sebenarnya DEET bervariasi. Formulasi DEET 50% direkomendasikan bila digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak dengan usia lebih dari 2 bulan.

Pencegahan lainnya, bagi tidak menggunakan kelambu atau kamar ber-AC disarankan untuk menggunakan semprotan piretroid selama tidur malam. Kelambu lebih efektif jika kelambu tersebut diberi permethrin atau insektisida deltametrin.

Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: medicinet.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :