Penularan Malaria oleh Nyamuk Anopheles

Penularan malaria umumnya ditularkan oleh nyamuk yang mengandung parasit Plasmodium. Parasit malaria biasanya ditularkan pada manusia oleh nyamuk yang termasuk dalam genus Anopheles. Pada kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin terkena malaria melalui transfusi darah yang terkontaminasi. Penularan malaria juga dapat ditularkan dari ibu ke janin sebelum atau selama persalinan. Karena parasit malaria ditemukan dalam sel-sel darah merah, penularan malaria dapat juga ditularkan melalui transfusi darah, transplantasi organ, atau penggunaan bersama jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah.


penularan malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA

Nyamuk Anopheles dewasa memiliki tubuh ramping dengan tiga bagian, yaitu kepala, dada, dan perut. Kepala berfungsi untuk memperoleh informasi sensoris dan untuk makan. Pada bagian kepala terdapat mata sepasang, antena tersegmentasi. Sedangkan bagian antena berfungsi untuk mendeteksi bau inang dan bau tempat betina bertelur. Bagian kepala juga memiliki belalai yang digunakan untuk makan. Bagian thorax berfungsi untuk bergerak. Terdapat tiga pasang kaki dan sepasang sayap yang melekat pada thorax.

Perut adalah bagian khusus untuk pencernaan makanan dan pengembangan telur. Bagian tubuh yang tersegmentasi akan membesar ketika nyamuk betina mengisap makanan. Darah dicerna dari waktu ke waktu sebagai sumber protein untuk memproduksi telur yang secara bertahap mengisi perut.

Nyamuk Anopheles dapat dibedakan dari nyamuk lainnyaterutama pada bagian palps, belalai, dan blok sisik hitam, dan putih pada sayap. Anopheles dewasa juga dapat diidentifikasi ketika posisi istirahatnya. Nyamuk jantan dan betina beristirahat dengan perut mencuat ke udara dan sejajar dengan permukaan.

Nyamuk dewasa biasanya kawin beberapa hari setelah tahap kepompong. Kebanyakan spesies, nyamuk jantan membentuk kawanan besar, biasanya pada waktu senja dan nyamuk betina terbang ke kawanan untuk melakukan perkawinan. Nyamuk jantan tinggal selama sekitar satu minggu, makan pada nektar dan sumber gula. Sedangkan nyamuk betina memakan sumber gula untuk energi, tetapi membutuhkan darah untuk perkembangan telurnya. Setelah mendapat makan darah lengkap, nyamuk betina akan beristirahat selama beberapa hari sementara darah dicerna dan telur dikembangkan. Proses ini tergantung pada suhu dan membutuhkan waktu 2-3 hari dalam kondisi tropis. Setelah telur sepenuhnya berkebang, nyamuk betina meletakkannya dan kembali mencari inang.

Siklus Penularan Malaria Melalui Nyamuk

Penularan malaria memiliki siklus berulang sampai nyamuk Anopheles betina mati. Nyamuk Anopheles betina bisa bertahan hingga satu bulan, tetapi kemungkinan besar tidak hidup lebih dari 1-2 minggu di alam. Keberlangsungan hidup nyamuk tergantung pada suhu dan kelembapan juga kemampuan mereka untuk mendapatkan makan berupa darah.

Penularan juga tergantung pada kondisi iklim yang dapat memengaruhi jumlah dan kelangsungan hidup nyamuk, seperti pola curah hujan, suhu dan kelembapan. Pada beberapa tempat, transmisi bersifat musiman dan pada puncaknya selama dan setelah musim hujan. Epidemi malaria dapat terjadi jika iklim dan kondisi tiba-tiba mendukung transmisi. Penyebaran juga terjadi ketika orang-orang dengan imun rendah berpindah ke area dengan transmisi malaria intens, misalnya untuk mencari pekerjaan atau sebagai pengungsi ke daerah nonendemis malaria.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Who.int, niaid.nih.gov



Terima kasih untuk Like/comment FB :