Penyakit Malaria dan Cara Pengobatannya

Penyakit malaria merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang telah terinfeksi oleh parasit plasmodium. Jenis plasmodium yang dapat menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk di antaranya Plasmodium malariae, Plasmodium knowlesi, Plasmodium vivax, dan Plasmodium ovale. Pengobatan penyakit malaria berdasarkan pada jenis Plasmodium yang menginfeksinya. Namun, pada umumnya pengobatan penyakit malaria dilakukan dengan cara pemberian obat klorokuin. Obat ini sangat efektif untuk menyembuhkan dan mengurangi gejala penyakit malaria.


penyakit malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA


Pengobatan Penyakit Malaria Akibat Plasmodium Malariae dan Plasmodium Knowlesi 

Belum ada bukti resistansi klorokuin di Plasmodium malariae dan spesies Plasmodium knowlesi. Oleh karena itu, klorokuin (atau hydroxychloroquine) masih dapat digunakan untuk kedua jenis infeksi ini. Selain itu, salah satu regimen dapat digunakan untuk pengobatan Plasmodium malariae dan infeksi oleh Plasmodium knowlesi.


Pengobatan Penyakit Malaria Akibat Plasmodium Vivax dan Plasmodium Ovale 

Sampai saat ini, klorokuin (atau hydroxychloroquine) masih merupakan pilihan yang efektif untuk semua infeksi Plasmodium ovale dan Plasmodium vivax. Terkecuali untuk infeksi Plasmodium vivax yang berasal dari daerah Papua Nugini dan Indonesia. Dalam satu laporan, prevalensi tingginya chloroquine-resistant pada Plasmodium vivax di dua daerah tertentu. Kasus Plasmodium Vivax chloroquine-resistant terjadi juga di Burma (Myanmar), India, Amerika Tengah dan Selatan.

Pasien yang terkena infeksi Plasmodium Vivax pada awalnya harus diobati dengan klorokuin. Jika pasien tidak merespons terhadap zat ini, pengobatan bisa menerapkan dua regimen pengobatan lainnya. Untuk infeksi Plasmodium vivax chloroquine-resistant  bisa memadukan kina sulfat ditambah doxycycline atau tetrasiklin, atovakuon-proguanil, atau mefloquine. Tiga pilihan pengobatan ini bisa diterapkan.

Perlu diketahui, infeksi yang diakibatkan oleh P. vivax dan P. ovale dapat kambuh kembali karena hipnozoit menetap dalam hati sehingga untuk membasmi hipnozoit, pasien harus diobati dengan fosfat primakuin selama 14 hari.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan dosis fosfat primakuin 30 mg (base) secara oral setiap hari selama 14 hari karena primakuin dapat menyebabkan anemia  pada pasien dengan kasus defisiensi glukosa-6-fosfat-dehidrogenase (G6PD), pasien tersebut harus diperiksa terlebih dahulu untuk defisiensi G6PD sebelum diberikan pengobatan primakuin.

Bagi pasien dengan defisiensi G6PD, primakuin dapat diberikan pada dosis 45 mg (base) secara oral satu kali per minggu selama 8 minggu. Dalam hal ini, pasien harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis ahli penyakit menular.

Primakuin tidak boleh digunakan selama masa kehamilan sedangkan untuk pasien anak-anak, pilihan pengobatan sama seperti untuk orang dewasa, tetapi dosis obat disesuaikan dengan berat badan pasien.

Dosis pediatrik tidak boleh melebihi dosis orang dewasa. Untuk anak-anak berusia kurang dari 8 tahun, doxycycline dan tetrasiklin umumnya tidak diindikasikan. Oleh karena itu, untuk kasus P. vivax chloroquine-resistant, mefloquine merupakan pengobatan yang dianjurkan.

Jika tidak tersedia, tidak sedang ditoleransi, atau jika manfaat pengobatan lebih besar daripada risikonya, atovakuon-proguanil atau artemeter-lumefantrine bisa digunakan sebagai gantinya. Primakuin harus diberikan kepada pasien anak-anak setelah sebelumnya diperiksa defisiensi G6PD.

Oleh karena itu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan jenis Plasmodium yang menginfeksinya juga mendapatkan perawatan yang intensif dan penanganan medis secara tuntas.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: cdc.gov/dpdx/malaria



Terima kasih untuk Like/comment FB :