Plasmodium adalah Parasit Penyebab Malaria

Plasmodium adalah parasit penyebab malaria di inangnya. Medium vektor Plasmodium ialah serangga dan makhluk vertebrata. Kehidupan atau siklus hidup Plasmodium memiliki beberapa tahapan yang berbeda, baik pada serangga maupun vertebrata lainnya. Tahap ini termasuk sporozoit, yakni vektor serangga menyuntikkan ke dalam darah inang vertebrata. Sporozoit kemudian menginfeksi sel hati inangnya sehingga menimbulkan merozoit dan hipnozoit.


plasmodium adalah
Rapid test malaria merk UJI MALARIA

Sporozoit kemudian bergerak dan menginfeksi sel darah merah. Dalam sel darah merah, parasit membentuk lebih banyak merozoit atau menghasilkan gametosit yang diambil oleh serangga yang memakan inang vertebrata. Pada inang serangga, gametosit bereproduksi secara seksual. Setelah reproduksi seksual, parasit kemudian tumbuh menjadi sporozoit baru dan bermigrasi ke kelenjar liur serangga, melalui air liur ini inang vertebrata digigit serangga.

Genus Plasmodium pertama kali dipublikasikan pada tahun 1881 M dan sampai saat ini, ditemukan sekitar 200 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Empat spesies terindikasi menginfeksi manusia, sementara yang lainnya menginfeksi burung, reptil, hewan pengerat, dan berbagai primata.

Plasmodium adalah Parasit Penyebab Malaria

Plasmodium  penyebab malaria merupakan protozoa dari genus Plasmodium. Pada manusia terdapat empat spesies Plasmodium, yaitu P. falcifarum, P.vivax, P. malariae, dan P.ovale. P. Facifarum merupakan penyebab infeksi paling berat dan angka kematian tertinggi. Parasit malaria merupakan protozoa yang termasuk dalam Phylum Apicomplexa, kelas Protozoa, subkelas Coccidiida, ordo Eucudides, subordo haemosporidiidae, famili Plasmodiidae, genus Plasmodium. Spesies yang menginfeksi manusia adalah P.vivax, P. malariae, P. ovale. subgenus Lavarania dengan spesies yang menginfeksi malaria adalah P. Falcifarum, serta subgenus Vinkeia yang tidak menginfeksi manusia, tetapi menginfeksi kelelawar, binatang pengerat, dan hewan lainnya.

Secara morfologis,  Plasmodium pada manusia berada di dalam darah dan memiliki sitoplasma dengan bentuk tidak teratur pada berbagai stadium pertumbuhan dan mengandung kromatin, pigmen serta granula. Pigmen malaria terdiri dari protein kompleks yang telah didenaturasi, yaitu hamozoin atau hamatin, yang merupakan hasil metabolisme parasit dengan bahan-bahan dari eritrosit. Pigmen ini tidak ada pada parasit eksoerotrositik yang terdapat dalam sel hati. Gametosit dapat dibedakan dari tropozoit tua karena sitoplasma lebih padat, tidak ada pembelahan kromatin dan pigmen yang tersebar di bagian tepi. Gerakannya menjadi berkurang dan mengisi hampir seluruh sel yang membengkak dan mengandung pigmen yang tertimbun di dalam sitoplasma.

Plasmodium malariae,  plasmodium  adalah parasit yang mempunyai ukuran yang lebih kecil, kurang aktif, jumlahnya lebih kecil dan memerlukan lebih sedikit hemoglobin dibandingkan dengan P.vivax. Sitoplasmanya lebih biru dan parasitnya lebih kecil, lebih teratur dan lebih padat.

Plasmodium falcifarum berbeda dengan Plasmodium lainnya dan hanya ditemukan berupa bentuk-bentuk cincin dan gemotosit pada tepi darah, kecuali pada infeksi berat. Skizogoni terjadi dalam kapiler alat- alat dalam, juga di dalam jantung, dan hanya beberapa skizon yang terdapat di dalam tepi darah. Sel darah merah yang terinfeksi tidak membesar, infeksi multiple di dalam sel darah merah terlihat sangat khas. Yakni berbentuk-bentuk cincin halus yang khas dan sering kali dengan titik kromatin rangkap, walaupun tidak ada gametosit, kadang-kadang cukup untuk mengidentifikasi spesies ini. Dua titik kromatin (nucleus) sering dijumpai pada bentuk cincin P. falcifarum. Lain halnya pada P. vivax dan P. malariae yang hanya kadang- kadang.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: cdc.go.id



Terima kasih untuk Like/comment FB :