Tanda dan Gejala Malaria (Malaria Berat)

Tanda dan gejala malaria bisa menyerupai gejala penyakit lainnya. Terutama penyakit yang disebabkan karena gigitan nyamuk. Malaria disebabkan oleh jenis parasit yang dikenal dengan Plasmodium. Parasit mikroskopis ini ditularkan oleh nyamuk spesies tertentu. Meskipun ada banyak jenis parasit Plasmodium, hanya empat penyebab malaria pada manusia.  Plasmodium ini termasuk Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, dan Plasmodium malariae. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa Plasmodium penyebab malaria terdapat lima jenis, yakni ditambah dengan Plasmodium knowlesi. Plasmodium ini terdapat di Asia Tenggara dan sering salah didiagnosis sebagai P. malariae.

tanda dan gejala malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA

Parasit Plasmodium disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina. Nyamuk ini menggigit setiap malam hari. Tanda dan gejala malaria klasik berlangsung   6-10 jam. Terdiri dari tahap dingin mengigil, tahap panas (demam, sakit kepala, muntah, kejang pada anak-anak), dan akhirnya tahap berkeringat hingga menyebabkan kelelahan. Tanda dan gejala malaria klasik terjadi setiap hari kedua karena parasit "tertian" (P. falciparum, P. vivax, dan P. ovale) dan setiap hari ketiga untuk parasit "quartan" (P. malariae).

Pada umumnya, tanda dan gejala malaria kombinasi di antaranya:
  • demam;
  • panas dingin;
  • berkeringat;
  • sakit kepala;
  • mual dan muntah;
  • pegal-pegal;
  • malaise.   

Di negara-negara tempat kasus malaria jarang terjadi, tanda dan gejala ini mungkin disebabkan influenza, pilek, atau infeksi umum lainnya, terutama jika tanda dan gejala malaria tidak dicurigai. Sebaliknya, di negara-negara tempat endemik malaria, masyarakat mengenali gejala malaria dan memperlakukan diri mereka sendiri tanpa mencari konfirmasi diagnostik.

Tanda dan gejala malaria yang mungkin terjadi di antaranya:
  • temperatur tinggi;
  • keringat;
  • kelelahan;
  • pembesaran limpa;
  • ikterus ringan;
  • pembesaran hati;
  • meningkatnya laju pernapasan.   

Diagnosis malaria tergantung pada jenis parasit dalam darah, biasanya hal ini dapat diketahui dengan mikroskop. Dari hasil temuan laboratorium, tanda dan gejala lainnya termasuk anemia ringan, penurunan trombosit darah (trombositopenia), elevasi bilirubin, dan elevasi aminotransferases.

Tanda dan Gejala Malaria Berat

Malaria berat terjadi ketika infeksi komplikasi karena kegagalan organ vital atau kelainan pada darah pasien atau metabolisme. Tanda dan gejala malaria berat termasuk malaria serebral dengan perilaku abnormal, penurunan kesadaran, kejang, koma, atau kelainan neurologis lainnya, anemia berat akibat hemolisis (hancurnya sel darah merah), dan hemoglobinuria (hemoglobin dalam urine) karena hemolisis.

Selain itu bisa terjadi juga sindrom akut gangguan pernapasan (ARDS), reaksi peradangan di paru-paru yang menghambat pertukaran oksigen dapat terjadi. Bahkan, setelah jumlah parasit menurun. Kelainan pada pembekuan darah, tekanan darah rendah disebabkan oleh kolaps kardiovaskular dan gagal ginjal akut dapat saja terjadi. Hyperparasitemia diakibatkan karena 5% sel-sel darah merah terinfeksi oleh parasit malaria dan asidosis metabolik (keasaman berlebihan dalam darah dan jaringan cairan) dan sering berhubungan dengan hipoglikemia yang merupakan salah satu komplikasi malaria. Hipoglikemia (gula darah rendah)  juga dapat terjadi pada wanita hamil yang terkena malaria tanpa komplikasi atau setelah pengobatan dengan kina. Bila dilihat dari komplikasi yang menyertai malaria, dapat dikatakan bahwa malaria berat adalah keadaan darurat medis dan memerlukan tindakan medis yang cepat dan tepat.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: cdc.gov



Terima kasih untuk Like/comment FB :