Tanda Malaria dan Macam-macam Obatnya

Tanda malaria bisa menyerupai tanda penyakit lainnya. Tanda malaria hampir sama dengan tanda penyakit lain yang disebabkan oleh nyamuk seperti penyakit DBD. Pada tubuh orang dengan imunitas rendah, gejala muncul 7 hari atau 10-15 hari setelah gigitan nyamuk infektif. Tanda malaria pertama yang muncul di antaranya demam, sakit kepala, menggigil, dan muntah ringan. Hal ini sulit didiagnosis sebagai gejala malaria. Jika tidak ditangani dalam waktu 24 jam, P. falciparum malaria dapat berkembang menjadi penyakit berat dan bisa menyebabkan kematian.

Anak-anak yang terkena malaria berat, menunjukkan satu atau lebih dari tanda berikut: anemia berat, gangguan pernapasan sehubungan dengan asidosis metabolik, atau malaria serebral. Sedangkan, pada orang dewasa bisa terjadi gangguan fungsi berbagai organ juga sering terjadi. Di daerah endemis malaria, penduduk asal mungkin mengembangkan kekebalan parsial dan memungkinkan infeksi tanpa tanda malaria terjadi.


tanda malaria
Rapid test malaria merk UJI MALARIA


Malaria disebabkan oleh parasit yang bernama plasmodium. Parasit ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina terinfeksi atau disebut "vektor malaria." Ada lima spesies parasit yang menyebabkan malaria pada manusia dan dua spesies ini, P. falciparum dan P. vivax merupakan ancaman terbesar dan dapat menyebabkan penyakit malaria berat.

Plasmodium falciparum menjadi penyebab malaria di Afrika dan merupakan penyebab angka kematian secara global. Sedangkan P. vivax adalah parasit malaria yang dominan di sebagian besar negara di luar sub-Sahara Afrika.

Tanda Malaria dan Pengobatannya

Pada tahun 2015, sekitar 3,2 miliar orang atau hampir setengah dari populasi dunia berada pada risiko malaria. Sebagian besar kasus malaria dengan kematian terjadi di sub-Sahara Afrika. Namun, Asia, dan Amerika Latin berada pada tingkat yang lebih rendah, Timur Tengah juga berisiko. Pada 2015, sembilah puluh lima negara dan wilayah merupakan transmisi malaria.

Beberapa kelompok populasi berisiko lebih tinggi tertular malaria dan bisa menjadi penyakit berat daripada yang lain. Termasuk bayi, anak-anak di bawah usia 5 tahun, wanita hamil dan pasien dengan HIV/AIDS, serta migran dengan imunitas rendah, populasi yang berpindah-pindah, juga wisatawan.

Program pengendalian malaria nasional perlu mengambil langkah-langkah khusus untuk melindungi dari infeksi malaria dengan mempertimbangkan situasi khusus mereka. Oleh karena itu, penting sekali mengetahui tanda malaria dan pengobatannya untuk menghindari komplikasi akibat malaria.

Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan obat antimalaria untuk mengontrol tanda-tanda malaria, termasuk obat-obatan untuk mengontrol demam, obat anti kejang bila diperlukan, cairan dan elektrolit. Jenis obat yang digunakan untuk mengobati malaria tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kemungkinan resistansi klorokuin. Obat yang tersedia untuk mengobati malaria di antaranya:
  • klorokuin;
  • kina;
  • hydroxychloroquine (plaquenil);
  • artemeter dan lumefantrin (coartem);
  • atovaquone (mepron);
  • proguanil (dijual sebagai generik);
  • meflokuin;
  • klindamisin (cleocin);
  • doxycycline.

Penderita malaria falciparum merupakan yang paling berat. Penderita malaria falciparum perlu dipantau di unit perawatan intensif rumah sakit selama hari-hari pertama pengobatan karena penyakit ini dapat menyebabkan kegagalan pernapasan, koma, dan gagal ginjal.

Sedangkan bagi wanita hamil, klorokuin merupakan pengobatan pilihan untuk malaria. Kina, proguanil dan klindamisin biasanya digunakan untuk orang hamil bagi pengidap malaria yang resistan terhadap klorokuin.


Oleh : Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber : Who.int, Drugs.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :